Osis Jurnalistik. Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 05 Mei 2012

28 April dan CIta-Citaku

Ada apa dengan tanggal 28 April. Peristiwa besar apa yang telah terjadi pada tanggal tersebut. Kejadian luar biasa apa yang telah terjadi dan tercatat dalam lembaran-lembaran sejarah kehidupan dunia. Atau apakah terjadi sebuah peristiwa tumbangnya suatu rezim lalu berganti dengan rezim yang baru sehingga semua media di barat dan timur memberitakannya. Atau ada seorang tokoh besar yang berhasil meraih nobel, misalnya, sehingga sejarah merasa perlu untuk mencatat nama dan tanggal keberhasilannya.

O mungkin Anda yang sering membaca tentang sejarah akan mengatakan bahwa memang ada suatu peristiwa besar dan bersejarah yang terjadi di tanggal tersebut. Yang dicatat sebagai sejarah besar yang perlu dekenang sepanjang masa Mungkin Anda yang pernah membaca sejarah agama Buddha akan mengatakan bahwa pada tanggal tersebut tepatnya pada tahun 1253 M, Nichiren, seorang biksu Buddha mengajukan Nam Myoho Renge Kyo untuk pertama kalinya dan menyatakan sebagai pokok Buddhisme.

Mungkin juga orang yang suka dengan pelajaran fisika dan sering membaca tentang sejarah tokoh-tokoh dalam bidang fiskia akan mengatakan bahwa pada tanggal tersebut 326 tahun yang silam Isaac Newton mengeluarkan karya pertamanya yang berjudul Principia Mathamatic. Bagi Anda yang pernah membaca sejaran Prancis mungkin akan mengatakan bahwa pada tanggal tersebut Charles Ge Gaulle mengundurkan diri dari jabatan sebagai Presiden Prancis.

Dan bagi Anda yang sangat senang dengan dunia sastra pasti anda akan mengatakan bahwa pada tanggal 28 April 1949 Chairul Anwar, seorang penyair dan sastrawan besar asal Indonesia meninggal dunia, Dan meniggalkan karya-karya yang begitu banyak dan bermanfaat bagi dunia sastra tanah air.

Baiklah, itulah sebagian kecil peristiwa besar yang pernah dicatat oleh sejarah. Apapun yang telah dilahirkan oleh sejarah untuk kita, tiada lain adalah untuk cerminan dan pelajaran bagi kita. Bahwa sebagian besar dari mereka dicatat oleh dunia karena prestssi-prestasi mereka.

Namun, saya takkan berbicara tentang sejarah terlalu banyak. Karena saya hanya ingin sedikit bercerita kepada kita semua. Bahwa sekitar 19 tahun yang lalu bertepatan dengan tanggal 28 April, di sebuah desa yang jauh dari hiruk pikik perkotaan, disebuah desa nan indah dengan pemandangan khas daerah pedesaan. Lahirlah seorang bayi laki-laki yang mungil dan manis.

Hari demi hari pun telah dilalui oleh si bayi mungil tadi. Dan masa-masa balita pun ia lewati sebagaimana bayi bayi yang lain melewatinya. Dan tampa terasa ia pun mulai disekolahkan oleh orang tuanya di salah satu sekolah dasar di desa tersebut. Waktu catur wulan permata alhamdullah anak tersebut mendapatkan peringkat tiga besar yang membuat ia dan orang tuanya merasa cukup puas denngan hasil tersebut.

Namun di kelas dua sampai kelas lima prestasinya tak begitu memuaskan, mungkin karena ia telah mulai mengenal teman bermain, dan asyik menghabiskan waktunya untuk bermain. Waktu kelas tiga SD anak tersebut bercita-cita kalau sudah besar ia ingin menjadi seorang guru. Yang bisa mentransfer dan menjadi tauladan bagi murid-muridnya kelak.

Tahun 2005 anak tersebut lulus SD, lalu ia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah yang ada di desa tetangga. Setiap hari ia harus mengayuh sepeda dengan temannya untuk menempuh jarak lebih kurang enam kilometer pulang pergi.

Waktu di Tsanawiyah ini, cita-citanya yang semula ingin menjadi guru berubah. Bahwa suatu saat nantik ia ingin menjadi mubaligh besar seperti KH Zainuddin MZ yang di juluki Dai sejuta Ummat.

3 tahun masa-masa menuntut ilmu pun telah ia lewati. Kemudian ia ingin melanjutkan ketingkat yang lebih tinggi di provinsi tetangga, namun karena kemudian ia berfikir dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan bahkan kadang di bawah rata-rata yang menyebabkan ia untuk mengurungkan niatnya. Pada akhirnya ia melanjutkan pendidikan di salah satu madrasah yang ada di ibukota kabupatennya.

Dalam masa ini pula cita-citanya yang tadi ingin menjadi seorang dai besar berubah ingin menjadi seperti Yohanes Surya sang pakar Fisika yang ketua TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA. Namun di sisi lain ia juga ingin seperti Syeh Yusuf Qardhawi seorang ulama sekaligus penulis yang produktif asal Mesir. Yang karya-karya diterjemahkan hampir ke seluruh bahasa yang ada di dunia. Dan juga ia ingin menjadi seperti Buya HAMKA, seorang sastrawan, politikus, ulama asal Sumatra Barat yang sampai hari ini namanya selalu dibicarakan di berbagai kajian ilmu pengetahuan.

Kemudain di samping itu ia juga ingin menjadi seperti Rhenald Kasali, guru besar Fakultas Ekonomi (FE), Universitas Indonesia (UI) yang juga seorang penulis besar. Ia terinspirasi ketika Rhenal Kasali menceritakan perjalanan hidupnya di salah satu Tv Swasta. Bahwa ia kaget dan terharu ketika ia membaca tulisan hasil karya ia sendirinya disalah satu rak buku di perpustakaan Universitas Illinois, Urbana, Champaign Chicago, Amerika Serikat. Yang juga tempar ia kuliah di sana.

Dari cerita diatas. Kalau kita lihat dari ia ingin meraih mimpi dalam hal ini cita-cita agaknya ia selalu beralih dan berubah-ubah cita-citanya dari waktu ke waktu. Lalu sekarang kira kira apa cita-cita bayi mungil yang telah remaja dan memasuki masa dewasa ini. Entalah hanya Tuhan dan ia yang tahu. Inilah sekelumit cerita seorang laki-laki yang lahir pada tanggal 28 April 19 tahun yang lalu, dalam mencari identitas dan jati dirinya.

Bayi mungil dalam cerita di atas ialah Saya sendiri. Yang tulisannya sedang Anda baca saat ini. Pada hari ini saya menginjak usia 19 tahun. Memang waktu sangat cepat bergulir bagaikan roda yang meluncur dari atas bukit ke jurang yang tajam. Tak tersa 19 tahun sudah saya mengemban amanah dari Allah SWT sebagai Khalifah fil ardh . Rasanya baru kemaren saya pergi dan pulang sekolah menyandang tas mungil yang berisikan pensil dan buku rumah adat yang selalu saya bawa ke sekolah ketika masih menuntut ilmu di SD.

Kini saya mulai merenung, apa yang sudah saya perbuat selama 19 tahun ini. Bnyakkah hati-hati yang telah terluka oleh sikapku. Banyakkah hati yang tersinggung oleh lisan ini. Masihkah saya sering “membantah” perintah Allah. Atau masihkah sering melawan kepada perintah orang tua yang telah melahirkan kan dan mebesarkan.

Sebagai penutup tulisan ini, saya hanya ingin minta maaf kepada siapa saja yang hatinya pernah terluka dan merasa sakit karena saya. Terutama untuk kedua orang tua saya. Kemudian saya juga mengucapkan terimah kasih yang sebanyak-banyaknya kepada siapa saja yang telah meberikan semangat, suppor, dukungan, dorongan dan motovasi dalam menempuh dan menjalani hari-hari yang penuh dengan onak dan duri ini.

Mengapa seakan-akan saya mencerikan biografi seseorang pada tulisan ini, padahal itu adalah biografi saya sendiri. Ya, Hari ini saya yang menulis sendiri secara ringkas dan singkat tentang perjalanan hidup. Dan saya berharap suatu hari nanti dunia akan menulis tentang biografi saya bahkan dengan tinta emas supaya dunia tahu siapa saya. (Hanya sebua motivasi untuk terus melangkah dan melangkah).

Oleh: Rendi Ahmad Asori
Alumni MAN Teluk Kuantan 2010/2011

0 comments: