Osis Jurnalistik. Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
Label
- Alumni (5)
- Artikel (24)
- Artikel Islami (25)
- Artis (1)
- E-DAY 2014 (1)
- foto (1)
- Lomba Bulan Bahasa (7)
- Menyambut HUT RI (1)
- MOS (2)
- Musik (1)
- Olahraga (1)
- Osis Jurnalistik (25)
- Pengetahuan Islam (5)
- Perpisahan (3)
- Puisi (5)
- Rohis (1)
- Sepuluh Satu (3)
- Teknologi (1)
- XI IA 2 (2012/2013) (1)
Admin
Minggu, 10 April 2011
Jembatan Akhirat
Ada satu ayat Al Qur’an yang cukup baik untuk kita renungkan pada saat ini, ayat itu terdapat dalam Surat Al Qashash ayat 77 yang artinya :
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (k...epada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Dari ayat ini dapat kita ambil pelajaran :
1.Kenikmatan apapun yang selama ini kita rasakan sebenarnya sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaaan di akhirat.itu berarti semakin banyak kenikmatan yang kita rasakan haruslah semakin cepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Untuk menuju keselamatan di akhirat,mengapa? Karena fasilitas mereka lebih banyak!
Untuk memudahkan pemahaman, ada satu contoh : Pada suatu ketika, ada perlombaan adu kecepatan yang diikuti empat peserta
Pertama jalan kaki,
Kedua menggunakan sepeda onthel,
Ketiga menggunakan sepeda motor dan
Keempat menggunakan mobil mewah.
Maka penonton yang sedang menyaksikan perlombaan tersebut memastikan yang menggunakan mobil mewah itulah yang pasti bakal menang ! ,
karena sarana perlombaan lebih mewah, ternyata sebaliknya !
pemenangnya adalah peserta pertama, yakni dengan jalan kaki. Maka penonton seketika mencemooh ketiga peserta di atas, mengapa engkau kalah dengan pejalan kaki?
Padahal anda menggunakan sarana perlombaan dengan mobil mewah !
Allah SWT pun demikian, di akhirat akan mencemooh mereka yang kalah cepat bahkan tidak sam sekali untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT..seperti dalam surat Yasin 59 dan 60 yang bunyinya ;” Dan (Dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, Hai orang-orang yang berbuat jahat.
Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu .”
Maka dari itu, wahai saudaraku !
semakin banyak nikmat Allah SWT yang telah engkau terima dan engkau rasakan sebagai konsekwensinya haruslah lebih cepat untuk mendekatkan diri kepadaNya.
2.Jangan lupa bagianmu di dunia !
Penekanan ayat diatas adalah jangan lupa dengan kehidupan di dunia.
Ada ilustrasi senada.
Dalam perusahaan ada seorang Direktur yang memerintahkan empat karyawannya untuk membelikan kain batik seragam pegawai di pasar Klewer solo dan nanti setibanya di sana, kata sang Direktur jangan lupa belikan bakpia !
Dengan semangat karyawannya menjawab “ SIAP”. Tapi apa yang terjadi :
a.Karyawan pertama, sempurna !
karena dia berhasil untuk membelikan seragam sekaligus telah membelikan bakpia walaupun itu tujuan yang kedua.
b.Karyawan kedua, baik !
karena telah berhasil membelikan seragam batik, karena itu tujuan pertama, namun tidak berhasil membelikan Bakpia walaupun itu tujuan yang kedua.
c.Karyawan ketiga, Gagal!
karena dia tidak mampu membelikan seragam batik yang merupakan tujuan utama, walaupun tujuan kedua dia dapatkan yaitu bakpia. Mengapa dikatakan gagal?
Karena tujuan utama bukanlah bakpia akan tetapi seragam kain batik. Dan itu tidak dia dapatkan.
d.Karyawan keempat gagal dan Fatal !
Mengapa karena karyawan ini tidak mampu membelikan seragam batik yang merupakan tujuan utama , sekaligus dia tidak bisa membelikan Bakpia walaupun itu tujuan kedua.
Tipe Manusia di dunia seperti contoh di atas, ada yang berhasil di dunia dan akhirat dan ini ibarat karyawan pertama, ada lagi manusia seperti karyawan kedua dia berhasil dalam urusan akhirat namun gagal dalam urusan dunia, adapula manusia seperti karyawan ketiga sukses di dunia namun gagal dalam urusan akhirat. Ada lagi sosok manusia seperti karyawan keempat gagal dan fatal. Baik dalam urusan dunia maupun akhirat.
Naudzubillah
Mudah-mudahan kita dijadikan oleh Allah SWT sebagai karyawan yang pertama, sukses di dunia walaupun tujuan kedua dan sukses pula di akhirat yang menjadi tujuan utama kita. Sebagai mana doa kita “ Robbana atina fiddunyaa hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa adzaa ban naar .” Amiin...
Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar